True Story Hijab - IHSD 2020
True Story Hijab - IHSD 2020


True Story

Oleh: Dina Noviana, pemenang give away IHSD 2020


Aku berhijab sejak masih SD, aku berhijab karena teman-temanku yang lain juga begitu, tidak lebih. Kami semua berhijab tapi masih dengan pakaian yang pendek. Rok merah yang masih sampai lutut dan baju putih yang masih sampai atas siku, bahkan karena waktu itu aku sering ikut ekstra bola voli aku masih suka lepas pakai hijabku.


Memasuki SMP, Alhamdulillah hijabku lebih sering kujaga. Hijab selalu kupakai dimanapun aku berada, saat di rumah pun aku terkadang memakainya, namun hijabku lagi dan lagi masih terasa tidak bermakna. Aku berhijab hanya untuk menutupi sifat-sifat burukku, sering berganti-ganti pacar dan bahkan berani bertemu dengan laki-laki tanpa sepengetahuan orang tuaku.


Hari-hari terakhir di SMP aku masih dengan hijabku, yang mulai ku perbaiki, dan perubahan sifatku yang menjadi lebih baik, aku tidak lagi bermain dengan laki-laki di luar batas. Perubahanku itu timbul karena ada keinginan untuk memperbaiki diri, aku ingin masuk ke SMA yang kata orang sih itu adalah sekolah favorit yang isinya orang-orang pilihan, baik, dan pintar.


Sejak pertama aku masuk ke SMA, pakaianku tertutup dengan hijabku yang sudah lebih baik. Aku pun tertarik untuk mengikuti ekstrakurikuler keagamaan di sekolah, RISMA (Remaja Islam Masjid). Dan Alhamdulillah aku bertemu dengan sahabat-sahabat yang baik, mereka selalu menjaga hijab dan pakaiannya dengan baik. Namun terkadang aku merasa malu, aku merasa ilmuku masih rendah sekali tentang keagamaan, sehingga aku tidak begitu aktif disana.


Rasa maluku itu ternyata tak berhenti hanya pada saat SMA, tetapi sampai sekarang, ketika aku sudah kuliah, apalagi aku juga mengikuti satu UKM keagamaan di kampusku yaitu LDK RM (Lembaga Dakwah Kampus Raudlatul Muttaqin). Di UKM itu, bukan hanya malu yang kurasa tapi ingin menyerah pun selalu hadir dalam pikiranku.


Aku merasa sangat tidak pantas dengan keberadaanku di UKM itu, hijabku yang masih pendek yang terkadang rambutku masih bisa muncul, sikapku yang masih buruk yang terkadang berani dekat dengan mereka teman-teman lawan jenis.


Tetapi dengan seiring berjalannya waktu, aku tahu bahwa di UKM LDK RM itu tidak membeda-bedakan orang, siapapun bisa gabung asal ada kemauan untuk tetap berusaha memperbaiki diri dan belajar ilmu agama bersama-sama. Dan yaa tujuanku bergabung di LDK RM itu untuk bisa belajar memperbaiki diri, meski perlahan namun semoga aku bisa. Di UKM LDK RM, semua orang terasa keluarga, sering saling mengingatkan tentang kebaikan, selalu bisa tertawa, dan apapun kegiatannya selalu dilakukan bersama. Insyaallah kita selalu kompak untuk ke jalan yang baik sampai nanti bisa bertemu kembali di syurga, aamiin.


Kini, meskipun hijabku masih pendek dan kurasa belum juga bermakna karena sikapku masih biasa saja, tetapi aku merasa nyaman karena menurutku yang penting menutup aurat, yang penting berhijab, yang penting bisa menjaga diri, dan apapun yang orang lain katakan tentang keburukanku biarlah menjadi urusan mereka dengan Allah, aku hanya bisa mendengarkan sembari mencernanya. Ucapan-ucapan yang menyakitkan akan aku lupakan, tetapi tidak orangnya. (Editor: Erni)


KONTAK

  • https://www.instagram.com/ldkrm.unigal/
  • https://web.facebook.com/ldkrm.unigal.7
  • https://www.youtube.com/channel/UCtREDahXLODDvqz48phcO-A
  • https://twitter.com/ldkrm_unigal

LOKASI UNIGAL

DIKELOLA OLEH

Admin
Lembaga Dakwah Kampus Raudlatul Muttaqin Universitas Galuh

2021 © Lembaga Dakwah Kampus Raudlatul Muttaqin Universitas Galuh